Parade kemenangan yang menandai gelar ke-20 Liga Primer bagi Manchester United, mewarnai pesta meriah di kota Manchester. Parade dengan membawa keliling kota tropi ke-20 sekaligus perpisahan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih, diikuti oleh ribuan pendukung MU, yang membuat kota Manchester berubah menjadi warna merah.
Kemeriahan di seputar stadion Old Trafford markas MU ini, kontras dengan suasana Etihad Stadium, markas tim sekota dan musuh bebuyutannya, Manchester City. Jika kubu Manchester merah pesta pora, kubu Manchester biru langit, justru berduka karena selain gagal meraih satupun gelar, pelatih Roberto Mancini baru saja dipecat.
Di Old Trafford, ribuan pendukung berkumpul di pelataran stadion dengan mengerumuni bus terbuka yang mengarak seluruh pemain, ofisial, dan juga Sir Alex Ferguson. Bahkan, spanduk perpisahan buat Sir Alex bertebaran di seantero tempat. Sir Alex yang berbicara dari atas bus yang atapnya terbuka, sekali lagi menyampaikan terima kasihnya kepada para pendukung MU yang setia bersama tim Setan Merah.
Pelatih yang telah berkarya selama 26 tahun 5 bulan itu, telah mempersembahkan kepada Old Trafford sebanyak 38 gelar. Ini menjadi rekor yang bakal sulit dipecahkan oleh pelatih manapun di Liga Primer Inggris sejauh ini.
Pada parade ini, ribuan orang pendukung MU, berjalan dari rumah-rumah mereka berderet di jalan-jalan, membentuk gelombang perpisahan buat Sir Alex Ferguson. Bahkan, seorang pendukung dari Afrika Selatan, nekad datang ke Manchester kali ini, karena dia "tak mau kehilangan momen ini untuk dunia."
Famara Bojang yang datang dari London mengatakan, dia "datan ke parade hari ini, karena dia ingin menjadi bagian dari moment bersejarah ini", sementara Darren Reid dari Barrow-in-Furness mengatakan, dia selalu mengikuti "setiap parade sejak tahun 1999, tetap saya terang-terangan datang ke sini kali ini untuk mengatakan selamat berpisah buat Fergie."


